-->

Artikel Lengkap tentang Ctenophora - blogzamzamy

Sumber gambarPixabay

1). PENJELASAN CTENOPHORA
Ctenophora biasanya di kenal sebagai ubur ubur sisir, Ctenophore dibedakan dari semua binatang lain karena memiliki colloblasts yang dapat menangkap mangsanya dengan menyemprotkan lem pada mereka.

2). Ciri umum:
  • Berbentuk bulat kecil atau lonjong,
  • Bentuk umum simetris biradial,
  • Mempunyai 8 deretan sisir cilia eksternal,
  • Tentakel dilengkapi sel colloblast,
  • Pada mesoglea terdapat sel amebocyte dan sel otot.

3). Sifat sifat Ctenophora :
  • Bersifat hermaprodit
  • Tahap pertumbuhan,diawali dgn tahap cydippid
  • Hidup soliter (menyendiri)
  • Predator
  • Diploblastik
  • Bergerak dengan silia
  • Ukuran dari 1 mm sampai 1,5 m
  • Tidak memiliki Anus.

4). Lapisan tumbuhan :
Lapisan tubuh yang dimiliki ctenophore sama seperti halnya yang dimiliki cnidarian, (ubur-ubur, anemon laut, dll), yakni terdiri dari mesoglea, ukurannya relatif tebal seperti jelly, lapisan epitelnya terikat oleh sel-sel yang berhubungan dengan membrane yang dimilikinya.

5). Lapisan luar :
  • Sel indera
  • Sel-sel yang mensekresi lendir
  • Sel-sel interstisial, yang dapat berubah menjadi jenis sel lain
  • Sel silia besar beberapa bantalan, untuk bergerak.

6). Lapisan dalam :
Epidermis berisi jaring saraf, dan sel-sel mioepitel yang bertindak sebagai otot.

7). Sejarah perkembangan
Karena mereka berbadan lunak, tubuh agar-agar, ctenophore sangat langka sebagai fosil, dan fosil yang telah ditafsirkan sebagai ctenophore telah ditemukan hanya di lagerstätten, tempat di mana lingkungan itu sangat cocok untuk pelestarian jaringan lunak.  Sampai pertengahan 1990-an hanya dua spesies yang cukup baik untuk dilakukan analisis.

Spesies fosil pertama kali dilaporkan pada tahun 1996 memiliki mulut yang besar, tampaknya dikelilingi oleh tepi Yang memiliki otot.

8). Spesies baru
Perairan Pulau Tasmania, Australia, Ini merupakan spesies ubur-ubur ke-159  (kompas, 18 maret 09).

9). Cydippid
  • Ctenophore jenis Cydippid memiliki tubuh yang tidak bulat, kadang-kadang hampir bulat dan dibeberapa spesies lain berbentuk silinder,
  • Dua sisi tubuh berbentuk panjang dan ramping,
  • Beberapa spesies cydippids memiliki tubuh yang diratakan untuk luasan yang berbeda, sehingga mereka lebih luas dalam tentakelnya.

10). Lobus
Kebanyakan Lobata memiliki sepasang lobus, yang berotot, ekstensi cuplike tubuh di luar mulut. Tentakel yang berbentuk bersumber dari mulut, menyebar di atas permukaan bagian dalam dari lobus

11). Beroids
Beroida,  dikenal juga sebagai Nuda, tidak memiliki alat pencernaan untuk makan, tapi memiliki faring yang besar. Memiliki mulut besar yang didalamnya beruang dan mampu menggigit potongan-potongan mangsa berukuran besar.

12). Sistem pencernaan
Mampu melakukan ekskresi dan respirasi, Ketika makan, mangsanya akan ditelan, kemudian makanan tersebut akan dicairkan dalam faring oleh enzim dan adanya kontraksi otot faring. Hasilnya akan dibawa melalui sistem pencernaan dengan  silia, dan dicerna oleh sel-sel nutrisi.

13). Sistem gerak dan indra
Daya penggerak
Mampu melakukan ekskresi dan respirasi, Ketika makan, mangsanya akan ditelan, kemudian makanan tersebut akan dicairkan dalam faring oleh enzim dan adanya kontraksi otot faring. Hasilnya akan dibawa melalui sistem pencernaan dengan  silia, dan dicerna oleh sel-sel nutrisi.

14). Sistem indra
Sistem saraf dan Indra yang terdapat pada Ctenophore tidak memiliki otak atau sistem saraf pusat, namun hanya memiliki jaring saraf yang membentuk putaran cincin pada mulut dan terpadat di dekat struktur seperti sisir baris, faring, tentakel dan sensorik yang kompleks dengan jarak terjauh dari mulut.

Beberapa Bentuk Ctenophora

   


15). Reproduksi
Hampir semua spesies adalah hermafrodit, dengan kata lain mereka dapat berkelamin jantan dan betina pada waktu yang sama

Gonad yang terletak di bagian dari jaringan kanal internal di bawah baris sisir, dan telur dan sperma dilepaskan melalui pori-pori di epidermis.

Setelah dipijahkan, keduanya akan menyatu dalam proses pembuahan dan selanjutnya menjadi larva hingga menjadi dewasa.

Spesies dewasa dapat meregenerasi jaringan yang rusak didalam tubuhnya.

16). Warna
Ctenophore Kebanyakan hidup di dekat permukaan. Spesies ini umumnya berwarna dan hampir transparan, warna yang dihasilkan dari sisirnya adalah hamburan cahaya yang diterimanya (bukan Bioluminanses).

17). Ekologi
Ctenophore ditemukan di lingkungan laut yang sangat luas, penyebarannya mulai dari perairan kutub ke daerah tropis, pantai dekat dan pada pertengahan laut, dari permukaan air ke kedalaman laut.

Hampir semua ctenophore adalah predator, tidak ada vegetarian dan hanya satu genus yang hidup sebagai parasit. Jika makanan berlimpah, mereka bisa makan 10 kali berat badan mereka sendiri setiap hari.

Ctenophore berfungsi sebagai penjaga keseimbangan ekosistem laut dengan mencegah kelimpahan berlebihan dari copepoda dan dari makan semua fitoplankton (tanaman planktonik),  yang merupakan produsen laut dominan bahan organik dari bahan-bahan non-organik.






0 Response to "Artikel Lengkap tentang Ctenophora - blogzamzamy"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel