Pemilihan yang tepat untuk lokasi budidaya ikan - blogzamzamy
Budidaya Ikan berhasil diawali dari pemilihan lokasi yang terbaik.
Tekstur Tanah
Tekstur adalah perbandingan relatif antara fraksi pasir, debu dan liat, yaitu partikel tanah yang diameter efektifnya ≤ 2 mm. Tanah yang baik untuk pembuatan kolam ikan adalah jenis liat atau lempung dengan sedikit kandungan debu (Liat berdebu). Tanah jenis ini mampu menahan air / tidak porous.
Budidaya dalam kolam
Terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi budidaya ikan yaitu :
- Aspek Teknis
- Aspek Ekonomis
- Aspek Sosiologis
Secara umum lahan untuk suatu usaha budidaya harus memenuhi persyaratan teknis dan non teknis
Faktor teknis
1. Tanah
Merupakan salah satu unsur penting yang menentukan keberhasilan usaha tambak atau kolam.
Tanah dapat diartikan sebagai tubuh alam yang bersifat dinamis, terdapat pada muka daratan yang terbentuk oleh kerja sama beberapa faktor utama pembentuk tanah.
Faktor utama tanah adalah iklim, organisme hidup, topografi dan waktu. Tanah kolam umumnya merupakan tanah endapan(alluvial) yang kesuburannya sangat ditentukan oleh kualitas material tanah yang diendapkan.
Adapun fungsi Tanah kolam :
- Menyediakan unsur hara dalam tanah yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan pakan alami.
- Menjadi tempat tumbuhnya makanan alami yang berupa klekap maupun berbagai organisme dasar lain.
- Menahan dan menampung air.
Kemampuan tanah menyediakan berbagai unsur hara yang sangat diperlukan oleh makanan alami, tergantung pada kesuburan tanah. Kesuburan tanah sangat tergantung pada komposisi kimiawi tanah.
2. Tekstur tanah
Pada dasarnya tekstur tanah tersusun dari partikel pasir, liat dan debu. Partikel pasir bila diraba agak terasa agak kasar.
Partikel debu lembut seperti bubuk dan mempunyai kecendrungan lengket satu sama lain atau melekat pada partikel lain. Pasir dan debu berasal dari pelapukan batuan. Partikel liat lebih kecil dari pada partikel pasir dan debu.
Kemampuan tanah menahan air sangat dipengaruhi oleh tekstur tanah. Makin banyak teksturnya makin kuat menahan air, sebaliknya tanah yang kurang kompak teksturnya misalnya tanah pasir kurang mampu menahan air. Penentuan partikel-partikel pasir, debu, dan liat dapat dilakukan secara mekanis di laboratorium atau diraba dilapangan.
Di laboratorium:
Tanah kering diambil dan dibuat menjadi suspensi dengan cara menghancurkan menjadi bagian-bagian terpisah satu sama lain dan disaring menggunakan ayakan ukuran 2 mm.
Tanah tersebut diberi larutan hydrogen-peroksida untuk menghilangkan bahan organik, lalu tambahkan asam klorida untuk menghilangkan karbonat dan oksida setelah terdispersi sempurna ditambahkan natrium hidroksida.
Suspensi tersebut diletakkan dalam tabung silinder dan dibiarkan mengendap. partikel yang berat akan mengendap lebih dulu dari pada partikel yang ringan.
Penentuan tekstur tanah dengan cara diraba
- Ambil contoh tanah diletakkan di telapak tangan.
- Basahi tanah tersebut dan ditekan serta dirasakan dengan ibu jari dan jari telunjuk sampai membentuk pita
- Amati pita tanah tersebut bila pita tanah yang terbentuk bagus berarti termasuk golongan liat, dan bila pita tanahnya jelek termasuk golongan lempung.
Tingkat kerapatan tanah
- Ambil tanah diletakkan di telapak tangan
- Basahi tanah tersebut dan kepal di tangan
- Setelah itu lemparkan keudara
- Apabila masih tetap kompak tanah tersebut maka dapat dikatakan memiliki kerapatan yang tinggi.
Berdasarkan sifat fisik tanah, secara umum tanah liat cocok untuk tambak/kolam karena partikel liat sangat kecil sehingga kekompakan tanahnya tinggi dengantingkat rembesan rendah. Selain itu juga kita dapat melihat tingkat porositas tanah.

0 Response to "Pemilihan yang tepat untuk lokasi budidaya ikan - blogzamzamy"
Post a Comment