Organisasi yang Bersifat Sosial Kemasyarakatan
Guna mendapatkan dukungan dari masyarakat, Jepang membentuk organisasi yang bersifat sosial. Organisasi yang bersifat sosial kemasyarakatan, antara lain sebagai berikut:
Gerakan Tiga A lahir semata-mata untuk memikat hati dan menarik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang. Gerakan ini kurang mendapat perhatian rakyat, karena bukan gerakan kebangsaan Indonesia. Oleh karena kurang berhasil menggerakkan rakyat Indonesia dalam membantu usaha tentara Jepang, maka Gerakan Tiga A dibubarkan pada tahun 1943 dan digantikan dengan Putera.
Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum nasionalis dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya untuk kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan tersebut. Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya adalah kumpulan organisasi profesi seperti, persatuan guru Indonesia, Perkumpulan Pegawai Pos, Radio dan Telegraf, Perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng dan Badan Perantara Pelajar Indonesia serta lkatan Sport Indonesia.
Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan berada langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Pemimpin tertinggi perkumpulan ini adalah Gunseikan dan Soekarno menjadi penasihat utamanya.
Keberadaan Jawa Hokokai yaitu adalah sebagai organisasi sentral yang terkendali dan merupakan kumpulan dari Hokokai/profesi, antara lain Izi Hokokai (Himpunan Kebaktian Dokter), Kyoiku Hokokai (Himpunan Kebaktian Pendidik), Fujinkai (Barisan Wanita) dan Keimin Bunko Syidosyo (pusat budaya).
Gerakan Tiga A
Gerakan Tiga A adalah propaganda Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II yaitu Jepang pemimpin Asia, Jepang pelindung Asia dan Jepang cahaya Asia. Gerakan Tiga A didirikan pada tanggal 29 April 1942. Pelopor Gerakan Tiga A ialah Shimizu Hitoshi. Ketua gerakan Tiga A dipercayakan kapada Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A bukanlah gerakan kebangsaan Indonesia.Gerakan Tiga A lahir semata-mata untuk memikat hati dan menarik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang. Gerakan ini kurang mendapat perhatian rakyat, karena bukan gerakan kebangsaan Indonesia. Oleh karena kurang berhasil menggerakkan rakyat Indonesia dalam membantu usaha tentara Jepang, maka Gerakan Tiga A dibubarkan pada tahun 1943 dan digantikan dengan Putera.
PUTERA
Pusat Tenaga Rakyat atau Putera adalah organisasi yang dibentuk Pemerintah Jepang di Indonesia pada tanggal 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Ir.Soekarno, M.Hatta, Ki Hajar Dewantara dan K.H. Mas Mansyur.Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum nasionalis dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya untuk kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan tersebut. Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya adalah kumpulan organisasi profesi seperti, persatuan guru Indonesia, Perkumpulan Pegawai Pos, Radio dan Telegraf, Perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng dan Badan Perantara Pelajar Indonesia serta lkatan Sport Indonesia.
MIAI
Jepang membutuhkan bantuan dan tenaga umat Islam. Hal tersebut terbukti dengan diaktifkannya kembali MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia) pada tanggal 4 September 1942. Pengaktifan kembali MIAI ini diharapkan dapat memobilisasi gerakan umat Islam untuk menopang keperluan perang. Dengan semboyan "Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan janganlah berpecah belah", MIAI berkembang menjadi organisasi yang cukup penting pada masa pendudukan Jepang.
Masyumi
Pada tanggal 24 Oktober 1943 MIAI dibubarkan. Hal tersebut disebabkan Jepang memandang berkembangnya MIAI tidak sesuai dengan harapan Jepang. Sebagai gantinya Jepang membentuk Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia). Sebagai ketuanya ditunjuklah Hasyim Asyar, sedangkan wakil ketuanya Mas Mansur dan Wahid Hasyim. Sedangkan sebagai penasihat yaitu Ki Bagus Hadikusuma dan Abdul Wahab. Sebagai induk organisasi Islam, anggota Masyumi terdiri dari para ulama. Dengan demikian para ulama dilibatkan dalam kegiatan pergerakan politik. Oleh pihak Jepang, Masyumi diharap akan dapat mengumpulkan dana dan menggerakkan umat Islam untuk menopang kegiatan Perang Asia Timur Raya.
Jawa Hokokai
Himpunan Kebaktian Rakjat Djawa (Jawa Hokokai) merupakan perkumpulan yang dibentuk oleh Jepang pada tanggal 1 Maret 1944 sebagai pehgganti Putera.Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan berada langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Pemimpin tertinggi perkumpulan ini adalah Gunseikan dan Soekarno menjadi penasihat utamanya.
Keberadaan Jawa Hokokai yaitu adalah sebagai organisasi sentral yang terkendali dan merupakan kumpulan dari Hokokai/profesi, antara lain Izi Hokokai (Himpunan Kebaktian Dokter), Kyoiku Hokokai (Himpunan Kebaktian Pendidik), Fujinkai (Barisan Wanita) dan Keimin Bunko Syidosyo (pusat budaya).
Cuo Sangi In
Organisasi ini diketuai oleh I. Soekarno, serta wakilnya dua orang. yaitu M.A.A. Kusumo Utoyo dan Dr. Boentaran Martoatmodjo. Namun, Jepang sangat lihai mengawasi Cuo Sangi In agar tidak dimanfaatkan para pejuang nasionalis Indonesia.
0 Response to "Organisasi yang Bersifat Sosial Kemasyarakatan"
Post a Comment