Penebaran Benih dan Pemberian Pakan
Penebaran benih bertujuan untuk menempatkan ikan dalam wadah kultur dengan padat penebaran (stocking density) tertentu, benih berasal dari pembenihan atau tangkapan dialam dengan kriteria:
Organ tubuh lengkap Respon terhadap gangguan Posisi tubuh didalam air normal Melawan arus Berwarna cerah Tidak membawa penyakit.
Padat penebaran benih adalah jumlah (biomassa) yang ditebarkan per satuan luas atau volume, padat penebaran benih akan menentukan tingkat intensitas pemeliharaan.
Semakin tinggi padat penebaran benih yang berarti semakin banyak jumlah benih persatuan luas maka semakin intens tingkat pemeliharaannya, padat penebaran yang tinggi kebutuhan oksigen dan pakan juga besar, serta buangan metabolisme seperti feses, NH3 dan CO2 juga banyak.
Oleh karena itu padat penebaran sering kali dijadikan indikator tingkat teknologi yang digunakan, hal ini berarti semakin besar tingkat campur tangan manusia dalam pemeliharaan ikan.
Benih yang ditebar yang berasal dari hatchery dengan kondisi lingkungan (suhu, ph dll) yang relatif berbeda dengan lingkungan diwadah pembesaran, adanya perbedaan lingkungan tersebut bisa menyebabkan ikan stres ketika ditebarkan.
Semakin tinggi tingkat perbedaan lingkungan maka semakin besar tingkat stres setelah ditebarkan, untuk menekan tingkat stres yang dialami ikan pasca penebaran maka pada saat penebaran perlu dilakukan adaptasi terlebih dahulu, proses adaptasi ini disebut Aklimatisasi.
Aklimatisasi suhu dilakukan dengan cara mengapungkan kantong pengangkutandiu permukaan air dalam wadah, sedangkan aklimatisasi peubah lingkungan lainnya dilakukan dengan memasukkan air ke dalam kantong pengangkutan ikan sedikit demi sedikit.
Pemberian pakan Pakan merupakan faktor yang penting dalam pemeliharaan.Untuk itu ikan harus makan, tidak sekedar untuk mempertahankan kondisi tubuh tetapi juga untuk menumbuhkan jariungan otot atau daging.
Jumlah dan jenis pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan menentukan asupan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan daging.
Baca juga : Beberapa pertanyaan MK. DASQua
A. Jenis Pakan
Jenis pakan didalam akuakultur terdiri dari empat kelompok yaitu pakan hidup,pakan segar, pakan tambahan dan pakan buatan.
Kandungan air pakan buatan biasanya sekitar 15% sehingga biusa disimpan di ruangan kering dalam waktu relatif lama.
B. Jumblah Pakan (Feeding Rate)
Pakan diberikan kepada kultur sesuai dengan kebutuhan dan dapat memberikan pertumbuhan dan efesieni pakan yang paling tinggi.
Kebutuhan pakan harian dinyatakan sebagai tingkat pemberian pakan perhari yang ditentukan berdasarkan persentase dari bobot ikan.
Semakin besar ukuran ikan maka jumlah pakan nya semakin kecil , tetapi jumlah pakan hariannya semakin besar.
C. Ukuran Pakan
Ukuran pakan ditetapkan dengan mempertimbangkan ukuran bukaan mulut ikan.Semakin besar ukuran tubuh ikan dan bukaan mulut ikan maka semakin besar ukuran pakan. Dan begitu sebaliknya.
D. Frekuensi dan Waktu Pemberian Pakan
Frekuensi pemberian pakan adalah berapa kali pakan diberikan dalam sehari,Umumnya semakin kecil ukuran ikan semakin sering diberi pakan dan begitu juga sebaliknya semakin besar ukuran ikan maka frekuensi pemberian pakannya semakin jarang.
Frekuensi pemberian pakan berkaitan dengan laju evakuasi pakan didalam lambung dan ini tergantung pada ukuran dan jenis ikan kultur serta suhu air.
E. Pembelajaran Makan
Pada awal pemberian pakan ketika pemeliharaan ikan dimulai sering kali ikan tidak mau makan, apalagi pakan yang diberikan yaitu pakan yang bukan biasa di makan.
Untuk bisa menerima pakan baru misal dari pakan rucah menjadi pakan pelet maka perlu dilakukan pembelajaran dan latihan.
Beberapa hal yang penting dalam pembelajaran makan ikan adalah ikan diberi pakan baru ketika sedang lapar sekali dan porsi pakan yang baru ditingkatkan secara bertahap sedikit demi sedikit.
F. FCR (Feed Conversion Ratio)
feed conversion ratio adalah suatu ukuran yang menyatakan rasio jumlah pakan yang dibutuhkan untuyk menghasilkan 1 kg daging ikan.
Nilai FCR = 2 artinya untuk memproduksi 1 kg daging ikan dalam sistem akuakultur maka dibutuhkan 2 kg pakan.
Semakin besar nilai FCR maka semakin banyak pakan yang dibutuhkan untuk memproduksi 1 kg daging ikan.
Penanganan dan Pemasaran Produk Akuakultur
Produk akuakultur sering kali dipasrkan dalam bentuk hidup.Oleh karena itu diperlukan penanganan khusus pasca panen sehingga produk akuakultur tersebut tetap hidup dan bermutu tinggi ketika sampai ketangan konsumen.
Beberapa kegiatan penanganan pascapanen antara lain adalah pengangkutan (transfortasi,ikan hidup,pengumpulan,sortasi dan grading).
Transfortasi ikan hidup adalah memindahkan ikan dari suatu daerah ke daerah lain dengan kepadatan setinggi-tingginya dan biaya serendah-rendahnya serta ikan yang diangkut memiliki kelangsungan hidup setinggi-tingginya dan kondisi sehat setelah sampai tujuan.
Hal ini menyebabkan pengangkutan ikan hidup menjadi voluminous (memakan tempat) sehingga menjadi mahal dan berisiko.
Berdasarkan kepada jenis pengangkutannya pengkautan ikan hidup dibedakan menjadi pengangkutan terbuka, pengangkutan tertutup, dan pengangkutan kering.
Berdasarkan kepada moda pengangkutan dibedakan pengangkutan darat, laut dan udara, pengangkutan terbuka adalah pengangkutan ikan hidup dengan menggunakan wadah dan terjadi persinggungan antara udara dengan air media pengangkutan.
Selama pengangkutan kebutuhan oksigen ikan berasal dari udara yang masuk ke dalam air sehingga menjadi oksigen terlarut yang bisa dimanfaatkan oleh ikan.
Kepadatan angkut jenis pengangkutan terbuka relatif rendah, demikian pula jarak/waktu pengangkutan relatif pendek/singkat.
Pengangkutan tertutup adalah pengangkutan ikan hidup dengan menggunakan kantong plastik secara tertutup sehingga tidak ada persinggungan antara air media pengangkutan dengan udara luar.
Kebutuhan oksigen ikan selama pengangkutan disediakan dengan cara memasukkan oksigen murni ke dalam kantong pengangkutan sehingga bisa berdifusi ke dalam air media pengangkutan menjadi oksigen terlarut yang bisa dimanfaatkan oleh ikan selama diangkut.
Kepadatan angkut ikan relatif tinggi dan bisa untuk jarak jauh. Pengangkutan kering adalah pengangkutan komoditas akuakultur tanpa menggunakan air.
Metode biasanya dilakukan yaitu dengan cara spesies tersebut dipingsankan(mati suri) terlebih dahulu sebelum diangkut sehingga konsumsi oksigennya menjadi minimum.
Pemingsanan dilakukan dengan cara menuruinkan suhu tubuh menggunakan es yang ditempatkan kedalam media penampungan, adapun media yang biasa dipakai adalah serbuk gergaji, pasir dan kertas koran.
~SEKIAN TERIMAKASIH~

1 Response to "Penebaran Benih dan Pemberian Pakan"
Semoga bermanfaat kawan kawan untuk sekalian alam
Post a Comment