-->

Memahami, Mengklasifikasikan, dan Menyusun Cerita atau Fabel

ilustrasi
Di indonesia terdapat berbagai macam dongeng yang sudah ada dan sering diceritakan secara turun-temurun. Ditinjau dari bentuk dan zamannya, dongeng temasuk dalam prosa lama.

Dongeng adalah cerita khayal atau fantasi yang mengisahklan tentang keanehan dan keajaiban sesuatu seperti menceritakan tentang asal mula suatu tempat atau suatu negeri, atau mengenai peristiwa-peristiwa yang aneh dan menakjubkan tentang kehidupan manusia atau binatang.

Bila yang didongengkan itu menyangkut tentang hal ikhwal kejadian, sifat atau tingkah laku binatang, dongeng itu
biasanya disebut fabel. Dan sekarang kamu akan mengkaji cerita moral/fabel, memahami struktur, mengklasifikasikan,
menemukan kekurangan/kelebihan, menangkap makna, menyusun, merevisi dan meringkas cerita moralfabel. Untuk lebih jelasnya pelajari materi berikut!

ringkasan

Kamu tentu pernah membaca atau mendengar cerita yang bersifat penuh makna. Cerita mora fabel banyak terdapat di berbagai daerah di Indonesia bahkan di dunia, setiap daerah mempunyai cerita moralfabel. Fabel adalah cerita yang diperankan oleh binatang, dan binatang yang diceritakannya pun mempunyai akal tingkah laku, dan dapat berbicara seperti manusia. Misalnya cerita "Kancil dan Kura-kura" yang terkenal di Indonesia. Kelebihan fabel adalah salah satu hal yang menarik bagi anak-anak, dan fabel pun dapat memberikan hal positif di dalamnya.

Struktur isi, ciri-ciri bahasa, dan jenis cerita moral/fabel

¤ Struktur Isi

  1. Judul
  2. Perkenalan (orientasi), dalam orientasi atau perkenalan, memperkenalkan para pelaku (tokoh), apa yang dialami pelaku (situasi), kapan dan dimana terjadinya peristiwa (latar/setting waktu dan latar/setting tempat).
  3. Komplikasi., peristiwa dalam cerita dimana mulai muncul konfik, para pelaku mulai beraksi terhadap konflik dan konflik meningkat hingga menuju klimaks.
  4. Klimaks, puncak dari konflik, titik dimana terdapat aksi terbanyak dan terpenting
  5. Penyelesaian, masalah mulai terpecahkan dan konflik mulai menemukan penyelesaian.
  6. Amanat/pesan moral, pesan moral dalam sebuah cerita tidak hanya tersurat namun juga tersirat.

¤ Ciri ciri bahasa 

  • Memuat kata kata sifat untuk menggambarkan pelaku/toko, baik penampilan fisik maupun kepribadiannya
  • Membuat kata-kata keterangan untuk menggambarkan latar/Setting (waktu, tempat,dan suasana)
  • Membuat kata kerja yang menunjukkan peristiwa peristiwa yang dialami para pelaku/tokoh.
  • Terdapat sudut pandang (point of view).

¤ Jenis-jenis Fabel Menurut Kurun Waktu Kelahiran

  • Fabel tradisional: ceritanya sangat pendek dengan tema yang sederhana, kental petuah/moral, sifat hewani masih melekat (tidak pakai baju, habitat alami, sifat juga khas spesiesnya), misal: kancil bersifat lincah dan cerdik, harimau bersifat galak.
  • Fabel modern: ceritanya bisa pendek atau panjang dengan tema yang lebih rumit, kadang merupakan epik atau saga, karakter masing-masing tokoh unik, tidak mengikuti kehewanannya, walaupun tetap sebagai binatang. Misal: cerita film kartun "Tom and Jerry", film "Rango".

¤ Jenis-jenis Cerita Moral/Fabel Menurut lsinya

a). Cerita moral fantasi: merupakan cerita yang berisi fantasikhayalan pengarang yaang dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat pembaca.
  1. Menggambarkan dunia yang tidak nyata.
  2. Dunia yang dibuat sangat mirip dengan kenyataan dan menceritakan hal-hal aneh.
  3. Menggambarkan suasana yang asing dan peristiwa-peristiwa yang sukar diterima akal. Macam-macamnya adalah: fantasi binatang, fantasi mainan dam boneka, fantasi dunia liliput, fantasi tentang alam gaib, dan fantasi tipu daya waktu.
b). Cerita moral fiksi ilmiah: merupakan cerita fantasi yang di dalamnya terdapat ulasan-ulasan materi yang bersifat keilmiahan, mengandung unsur fantasi yang didasarkan pada hipotesis tentang ramalan yang masuk akal berdasarkan pengetahuan, teori, dan spekulasi lmian, misalnya cerita tentang petualangan di planet lain, makhluk luar angkasa, dan sejenishnya.

Menyusun Cerita Moral atau Fabel

Bagaimana dengan penjelasan di atas, menarik bukan? Sekarang giliranmu untuk menyusun cerita moral/fabel. Dalam menyusun cerita moral terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh untukk mempermudah penyusunannya. Langkah-langkah menyusun cerita moral/fabel adalah sebagai berkut:
  1. Menentukan tema, fungsi dari menentukan tema adalah menetapkan ide dasar bagi pengarang dalam mengembangkan cerita.
  2. Menemukan bahan, menemukan bahan bisa dari berbagai sumber, baik kehidupan sehar-hari, cerita teman, berita di televisi, koran, majalah, dl.
  3. Membuat garis besar atau kerangka tulisan, kemudian mengembangkannya. Kerangka tulisan berfungsi sebagai patokan dari alur cerita. Membatasi agar cerita tidak terlalu panjang dan lebar.
  4. Menghidupkan tokoh dengan dialog, membubuhkan dialog antartokoh dalam sebuah karangan agar cerita dirasa lebih hidup.
  5. Mengembangkan latar untuk menghidupkan cerita, mengembangkan latar, misalnya latar waktu dan tempat bertujuan menggiring bayangan pembaca hanyut ke dalam cerita tersebut.
  6. Menulis penyelesaian, menulis penyelesaian yang berupa resolusi dari konflik jangan lupa menyertakan pesan moral.







0 Response to "Memahami, Mengklasifikasikan, dan Menyusun Cerita atau Fabel"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel