Kumpulan Pantun yang Bermakna
Berikut ini adalah kumpulan pantun yang bermakna buat kalian semua, semoga dapat menghibur kalian,,,
....................................
....................................
Kalau ingin kita bertemu
Tunggulah aku di perempatan
Mana mungkin aku cinta kamu
Kalau kamu sombongnya kelewatan
Angin dingin musim pancaroba
Kena perut mual rasanya
Jangan suka pakai narkoba
Karena maut jadi taruhannya
Pergi ke kota pakai kuda
Jangan lupa membeli celana
Wahai kawan jauhilah narkoba
Kalau tidak ingin celaka
ljin berlayar ke bermuda
Layar perak sobek ditambal
Rajin belajar disaat muda
Agar kelak tidak menyesal
Kerbau dungu jalan berputar
Berputarnya tiada menentu
Kalau kamu ingin pintar
Janganlah bosan menntut ilmnu
Membuat arang kayu terbelah
Empat dan lima adalah angka
Lihatlah orang yang tak bersekolah
Saat tua hidupnya menderita
Anak nelayan gosok perahu
Dia menangis terkena paku
Jadi orang jangan sok tahu
Kalau tak ingin mendapat malu
Kala hati sedang duka
Buatlah canda agar tertawa
Bila kita ingin bisa
Janganlah takut untuk mencoba
Baju sorban indahnya rupa
Dibuat dari bahan beludru
Selagi muda jangan suka berpesta
Lebih berguna mencari ilmu
Ingin pergi jangan lupa doku
Sebagai bekal di jalanan
Rajin-rajinlah membaca buku
Agar tidak ketinggalan jaman
Para nelayan naik perahu
Pergi berlayar sampai parapat
Jangan bosan menimba ilmu
Karena ilmu sangat bermanfaat
Janganlah suka mencoba-coba
Kalau hasil tiada tentu
Sekali kamu kena! narkoba
Akan celakalah hidupmu
Kalau suka makan mentimun
Jangan lupa akan getahnya
Dari pada duduk melamun
Mending kita nyanyi bersama
Kalau ingin makan nasi
Carilah segenggam padi
Kalau ingin tahu isi hati
Cobalah kita mencintai
Ada bangau bermain dengan itik
Bulunya panjang hiyam kelam
Wahai dikau gadis yang cantik
Kurindukan siang dan malam
Janganlah suka berbohong
Karena akan ketahuan
Jangan jadi orang sombong
Karena tak akan punya teman
Buat mengkilat dengan ampelas
Agar menjadi besi berani
Saat muda janganlah malas
Agar tua tak menyesali diri
Buat apa mencari muka
Kalau untuk diingkari
Jika kita diputus cinta
Jangan lalu gantung diri
Sebuah cerita pasti bertema
Tinggallah mencari judulnya
Kalau cinta kita tak diterima
Carilah segera gantinya
Buatlah puisi dengan kata-kata
Merangkai kata dengan indahnya
Kalau hati sedang jatuh cinta
Bunga bangkai pun harum baunya
Berakit-rakit seorang diri
Kala menyeberangi perigi
Lebih sakit patah hati
Dari pada sakit gigi
Kalahlah cuka dari pada kanji
Kanji bau dicampur terasi
Janganlah kita suka berjanji
Kalau kita tak bisa menepati
Baju baru masih bercahaya
Tutupi luka yang menganga
Kalau kita mau dipercaya
Janganlah kita suka berdusta
Bunga indah jangan dipetik
Lebih baik kita sirami
Gadis cantik jangan cuma dilirik
Lebih baik kita pacari
Berjuanglah untuk nusa
Agar bangsa bisa merdeka
Janganlah kita berbuat dosa
Nanti kita masuk neraka
Kalau rindu kirimlah surat
Kabar pelipur duka dan lara
Rajinlah kita beribadat
Agar kita dapatkan surga
Berjejer haruslah rapat
Agar tidak ada sekat
Belajarlah hidup hemat
Agar kita tidak melarat
Pahitlah memang rasanya jamu
Tapi sehat untuk tubuhmu
Gunakanlah waktu mudamu
Untuk selalu mencari ilmu
Beruklah juga seekor kera
Kera tua akan binasa juga
Janganlah berani sama orang tua
Karena itu adalah durahaka
Bercerminlah sambil berkacamata
Kita bisa bertampang dan bergaya
Lihatlah pak tua renta meminta-minta
Menderita karena kebodohannya
Satu tambah satu jadi dua
Ditambah tiga menjadi lima
Lihatlah gadis berkacamata
Wajahnya cantik dan mempesona
Orang tertawa pasti lagi bahagia
Suara tawanya bergetar menggema
Betapa bahagianya hati orang tua
Karena anaknya pintar dan bergunaa
Bertemu orang harus menyapa
Orang suka kita pun suka
Susah sekarang tiada mengapa.
Asal kelak hidup bahagia
Ke sekolah menimba ilmu
Baca buku banyak gunanya
Kalau kamu tak mau malu
Ngaca dulu sebelum bergaya
Tidur empuk di kasur busa
Membuat kita jadi terlana
Jangan mudah putus asa
Karena putus asa adalah dosa
Jika kita ingin berlayar
Janganlah lupa akan perahunya
Bila kita mau rajin belajar
Kita akan mendapat manfaatnya
Hati sedih jangan diturut
Hiburlah dengan berdendang
Kalau kità pengecut
Kita akan menjadi pecundang
Lihatlah anak ayam belum berbulu
Berkumpul dia dengan sesama
Janganlah engkau lupakan aku
Walau kita sudah tak bersama
Merantau orang ke Jakarta
Untuk mencari seuap nasi
Meski engkau jauh di mata
Namun selalu dekat di hati
Sebelum mandi gosoklah gigi
Agar tidak hilang karang di gigi
Aduh rasanya seperti sakit gigi
Kalau orang sedang patah hati
Buaya ada di paya-paya
Di sawah tempatnya kodok
Buat apa banyak gaya:
Kalau ternyata IQ-nya jongkok
Di pasar banyak orang geger
Mau beli popok bertanya
Tampang keren otak encer
Itulah criteria cowok idola
Lambat jalan si kura-kura
Mau dipanggil tak bernama
Hati sedih tiada terkira
Karena cinta tak diterima
Elok rupa si burung merak
Sungguh indah bulu-bulunyaa
Lihat si murung tergeletak
Menangis menyesali hidupnya
Ada yang tua cari yang muda
Tuk dipakai membuat santan
Bolehlah kita berbahagia
Tapi pikirkanlah masa depan
Rajutlah kain buatlah maju
Pakai juga jarum selancar
Kalaulah kita kepengin maju
Jangan sungkan untuk belajar
Jika sakit segera carilah obat
Minumlah obat biar cepat sehat
Jangan sampai tinggalkan sholat
Kalau kita ingin selamat di akherat
Mau buah carilah pepaya
Karena pepaya enak rasanya
Untuk apa kita kaya raya
Kalau harta tiada berguna
Melangkahlah setapak demi setapak
Agak tidak cepat kecapaian
Pikirkan dulu sebelum bertindak
Agar tak menyesal di kelak kemudian
Hiya hiya hiya,,, cukup sekian dan tefimakasih.
....................................
....................................
Kalau ingin kita bertemu
Tunggulah aku di perempatan
Mana mungkin aku cinta kamu
Kalau kamu sombongnya kelewatan
Angin dingin musim pancaroba
Kena perut mual rasanya
Jangan suka pakai narkoba
Karena maut jadi taruhannya
Pergi ke kota pakai kuda
Jangan lupa membeli celana
Wahai kawan jauhilah narkoba
Kalau tidak ingin celaka
ljin berlayar ke bermuda
Layar perak sobek ditambal
Rajin belajar disaat muda
Agar kelak tidak menyesal
Kerbau dungu jalan berputar
Berputarnya tiada menentu
Kalau kamu ingin pintar
Janganlah bosan menntut ilmnu
Membuat arang kayu terbelah
Empat dan lima adalah angka
Lihatlah orang yang tak bersekolah
Saat tua hidupnya menderita
Anak nelayan gosok perahu
Dia menangis terkena paku
Jadi orang jangan sok tahu
Kalau tak ingin mendapat malu
Kala hati sedang duka
Buatlah canda agar tertawa
Bila kita ingin bisa
Janganlah takut untuk mencoba
Baju sorban indahnya rupa
Dibuat dari bahan beludru
Selagi muda jangan suka berpesta
Lebih berguna mencari ilmu
Ingin pergi jangan lupa doku
Sebagai bekal di jalanan
Rajin-rajinlah membaca buku
Agar tidak ketinggalan jaman
Para nelayan naik perahu
Pergi berlayar sampai parapat
Jangan bosan menimba ilmu
Karena ilmu sangat bermanfaat
Janganlah suka mencoba-coba
Kalau hasil tiada tentu
Sekali kamu kena! narkoba
Akan celakalah hidupmu
Kalau suka makan mentimun
Jangan lupa akan getahnya
Dari pada duduk melamun
Mending kita nyanyi bersama
Kalau ingin makan nasi
Carilah segenggam padi
Kalau ingin tahu isi hati
Cobalah kita mencintai
Ada bangau bermain dengan itik
Bulunya panjang hiyam kelam
Wahai dikau gadis yang cantik
Kurindukan siang dan malam
Janganlah suka berbohong
Karena akan ketahuan
Jangan jadi orang sombong
Karena tak akan punya teman
Buat mengkilat dengan ampelas
Agar menjadi besi berani
Saat muda janganlah malas
Agar tua tak menyesali diri
Buat apa mencari muka
Kalau untuk diingkari
Jika kita diputus cinta
Jangan lalu gantung diri
Sebuah cerita pasti bertema
Tinggallah mencari judulnya
Kalau cinta kita tak diterima
Carilah segera gantinya
Buatlah puisi dengan kata-kata
Merangkai kata dengan indahnya
Kalau hati sedang jatuh cinta
Bunga bangkai pun harum baunya
Berakit-rakit seorang diri
Kala menyeberangi perigi
Lebih sakit patah hati
Dari pada sakit gigi
Kalahlah cuka dari pada kanji
Kanji bau dicampur terasi
Janganlah kita suka berjanji
Kalau kita tak bisa menepati
Baju baru masih bercahaya
Tutupi luka yang menganga
Kalau kita mau dipercaya
Janganlah kita suka berdusta
Bunga indah jangan dipetik
Lebih baik kita sirami
Gadis cantik jangan cuma dilirik
Lebih baik kita pacari
Berjuanglah untuk nusa
Agar bangsa bisa merdeka
Janganlah kita berbuat dosa
Nanti kita masuk neraka
Kalau rindu kirimlah surat
Kabar pelipur duka dan lara
Rajinlah kita beribadat
Agar kita dapatkan surga
Berjejer haruslah rapat
Agar tidak ada sekat
Belajarlah hidup hemat
Agar kita tidak melarat
Pahitlah memang rasanya jamu
Tapi sehat untuk tubuhmu
Gunakanlah waktu mudamu
Untuk selalu mencari ilmu
Beruklah juga seekor kera
Kera tua akan binasa juga
Janganlah berani sama orang tua
Karena itu adalah durahaka
Bercerminlah sambil berkacamata
Kita bisa bertampang dan bergaya
Lihatlah pak tua renta meminta-minta
Menderita karena kebodohannya
Satu tambah satu jadi dua
Ditambah tiga menjadi lima
Lihatlah gadis berkacamata
Wajahnya cantik dan mempesona
Orang tertawa pasti lagi bahagia
Suara tawanya bergetar menggema
Betapa bahagianya hati orang tua
Karena anaknya pintar dan bergunaa
Bertemu orang harus menyapa
Orang suka kita pun suka
Susah sekarang tiada mengapa.
Asal kelak hidup bahagia
Ke sekolah menimba ilmu
Baca buku banyak gunanya
Kalau kamu tak mau malu
Ngaca dulu sebelum bergaya
Tidur empuk di kasur busa
Membuat kita jadi terlana
Jangan mudah putus asa
Karena putus asa adalah dosa
Jika kita ingin berlayar
Janganlah lupa akan perahunya
Bila kita mau rajin belajar
Kita akan mendapat manfaatnya
Hati sedih jangan diturut
Hiburlah dengan berdendang
Kalau kità pengecut
Kita akan menjadi pecundang
Lihatlah anak ayam belum berbulu
Berkumpul dia dengan sesama
Janganlah engkau lupakan aku
Walau kita sudah tak bersama
Merantau orang ke Jakarta
Untuk mencari seuap nasi
Meski engkau jauh di mata
Namun selalu dekat di hati
Sebelum mandi gosoklah gigi
Agar tidak hilang karang di gigi
Aduh rasanya seperti sakit gigi
Kalau orang sedang patah hati
Buaya ada di paya-paya
Di sawah tempatnya kodok
Buat apa banyak gaya:
Kalau ternyata IQ-nya jongkok
Di pasar banyak orang geger
Mau beli popok bertanya
Tampang keren otak encer
Itulah criteria cowok idola
Lambat jalan si kura-kura
Mau dipanggil tak bernama
Hati sedih tiada terkira
Karena cinta tak diterima
Elok rupa si burung merak
Sungguh indah bulu-bulunyaa
Lihat si murung tergeletak
Menangis menyesali hidupnya
Ada yang tua cari yang muda
Tuk dipakai membuat santan
Bolehlah kita berbahagia
Tapi pikirkanlah masa depan
Rajutlah kain buatlah maju
Pakai juga jarum selancar
Kalaulah kita kepengin maju
Jangan sungkan untuk belajar
Jika sakit segera carilah obat
Minumlah obat biar cepat sehat
Jangan sampai tinggalkan sholat
Kalau kita ingin selamat di akherat
Mau buah carilah pepaya
Karena pepaya enak rasanya
Untuk apa kita kaya raya
Kalau harta tiada berguna
Melangkahlah setapak demi setapak
Agak tidak cepat kecapaian
Pikirkan dulu sebelum bertindak
Agar tak menyesal di kelak kemudian
Hiya hiya hiya,,, cukup sekian dan tefimakasih.

0 Response to "Kumpulan Pantun yang Bermakna"
Post a Comment